Danau Menyerupai Ranu Kumbolo

Sulawesi Selatan memiliki Danau Menyerupai Ranu Kumbolo

Bumi Anging Mammiri simpan banyak kekayaan alam yang demikian memikat salah satunya adalah danau yang menyerupai Ranu Kumbolo.

Tidaklah aneh, propinsi beribu kota Makassar ini jadi salah satunya wilayah arah traveller di Indonesia Timur.

Danau Menyerupai Ranu Kumbolo

Rekreasi airnya seperti danau juga mempunyai daya magnet tertentu. Dimulai dari danau Tempe sampai danau Tanralili, lima danau eksotis di Sulsel.

Baca Juga: Wisata Dengan Sensasi Menjadi Koboi

Di bawah ini harus sekali kamu datangi beberapa traveller yang pengin berlibur di zaman new normal ini. Agar tidak semakin ingin tahu, baca penjelasannya Danau Menyerupai Ranu Kumbolo di bawah ini, yok!

  1. Danau Tempe

Mempunyai luas seputar 13 ribu hektar, danau Tempe menghampar di tiga daerah Kabupaten yakni Soppeng, Wajo, dan Sidrap. Teritori ini jadi sumber mata pencarian masyarakat lokal terkhusus sebab produk ikan air tawarnya yang melimpah. Bahkan juga pernah dikukuhkan selaku pemroduksi ikan air tawar paling besar di Indonesia Timur.

Untuk yang tiba di luar kota, kamu dapat pilih penerbangan arah kota Makassar. Seterusnya, kamu akan meneruskan perjalanan darat dari kota Makassar ke kota Sengkang dengan waktu lebih kurang 6 jam.

Memiliki jarak seputar 7 km dari Kota Sengkang, di sini pengunjung akan mendapati beberapa puluh rumah terapung yang ditempati beberapa nelayan. Cantiknya sunset atau sunrise bisa dicicipi kika bertandang di saat itu.

Jika pengin situasi yang lebih hebat, kamu dapat berekreasi waktu Festival Danau Tempe atau Ritus Maccera Tappareng yang diadakan 23 Agustus tiap tahun.

Walau tidak ada ticket masuk atau cuma-cuma, kamu perlu mengambil kantong sejumlah Rp. 150 ribu untuk sewa katinting (perahu) ke arah danau. Sesaat untuk berkeliling-keliling, harga sewa perahunya dikenai biaya Rp75 ribu.

Sesudah perjalanan yang lumayan jauh dan lapar mulai menempa, kamu tak perlu cemas. Teritori Rekreasi Danau Tempe mempunyai banyak rumah makan apung yang siao untuk menyediakan beberapa makanan sedap yang bermacam. Harga cukup ramah di kantong.

  1. Danau Matano

Seterusnya ada Danau Matano yang dikatakan sebagai dana terdalam di Asia Tenggara dengan kedalaman 590 m. Teritori yang diprediksi telah ada semenjak jaman purba ini simpan kekayaan flora dan fauna epidemik. Salah satunya spesies flora yang memikat adalah Glossobius matanensis yang oleh masyarakat di tempat dinamakan ikan buttini.

Tetap terlindungi kealamiannya, air di danau ini masih termasuk bersih dan jernih. Karena hal tersebut, kamu bisa menyaksikan terang keberagaman ekosistem flora dan fauna dari permukaan. Bila pengin berkeliling-keliling nikmati eksotismenya, pengunjung bisa sewa katinting atau perahu kayu bercadik.

Berada di Kec. Nuha, Kab. Luwu Timur, teritori ini bisa dilakukan seputar 12 jam dari lajur Mota Makassar-Sorowako.

  1. Danau Mawang

Rekreasi air yang berada di Kel. Mawang, Kec. Sompa Opu, Kab. Gowa ini adalah danau alami yang tidak jauh dari Universitas UIN Alauddin. Di sini kamu bisa juga nikmati cantiknya sunrise dan sunset bila ada satu tanggul disamping selatan danau.

Danau Ini Cukup Sejuk Sebab Beberapa pohon Teduh yang Berada di Pinggirnya. Kecuali alam pegunungan hijau yang menghampar di dataran dan birunya lautan dengan pasir putih yang menarik. Rupanya Sulawesi Selatan mempunyai daya tarik pada danau-danau yang cantik didalamnya. Diantaranya ialah Danau Mawang, yang disebut tempat wisata alam yang berada dalam daerah Kelurahan Mawang, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Propinsi Sulawesi Selatan.

Danau Mawang sebuah danau alami yang ada di Kabupaten Gowa, Danau Mawang mempunyai makna yakni “Danau Terapung”, penamaan nama danau ini tidak terlepas dari sejarahnya yang dahulu sebuah telaga jernih yang kerap di kunjungi Tuan Panre Taranra dan kerbaunya yang namanya Tambak Laulung. Alkisah Telaga ini juga jadi pusara paling akhir Tambak Laulung saat kalah bertarung dengan kerbau yang melawannya. Sepeninggalan Tambak laulang telaga ini juga berbeda dan banyak di tumbuhi bunga teratai di dalamnya.

Danau Mawang mempunyai luas tempat lebih kurang 50 Ha yang menghampar dari timur ke barat dengan panjang seputar 1,4 km. Danau ini mempunyai lebar 200-450 mtr.. Disamping selatan Danau Mawang ada tanggul yang umumnya jadi tempat vital untuk Anda untuk nikmati sunset dan sunrise. Di teritori Danau Mawang di sore hari sebagian orang manfaatkan dengan memancing. Seputar danau ini juga cukup sejuk sebab beberapa pohon yang teduh yang berada di pinggirnya.

  1. Danau Sidenreng

Danau yang rekat dengan elemen riwayat Kerajaan Bugis ini berada di Dusun Mojong, Kec. Watang Sidenreng, Kab. Sidrap. Kecuali selaku tempat wisata, danau tektonik ini berperan selaku sumber irigasi untuk pertanian dan keperluan air untuk ternak punya warga di tempat. Bahkan juga menjadi tempat pembudidayaan ikan air tawar yang cukup melimpah.

Untuk traveller yang liburan di Sidrap, tidak ada kelirunya bertandang untuk melepaskan capek di sini. Benar-benar ramah di kantong, ticket masuk dikenai biaya Rp.10 ribu per orang.

  1. Danau Tanralili

Jika pengin nikmati keelokan ala-ala Ranu Kumbolo tanpa pergi jauh ke Semeru, danau Tanralili-lah tempatnya. Ya, teritori ini adalah tujuan yang menjadi bintang terutamanya untuk pendaki Gunung Bawakaraeng. Ada pas di kaki gunung itu, eksotisme danau ini demikian berasa didukung pemandangan alam yang demikian mempesona.

Danau Tanralili ini berada di kaki Gunung Bawakaraeng. Danau Tanralili kerap disebutkan sebagai Ranukumbolonya Gunung Bawakaraeng. Pada danau Tanralili tercipta karena longsoran Gunung Bawakareng yang membuat cengkungan yang dalam.

Tanralili diambil dari nama salah satunya kerajaan di Sulawesi Selatan yang populer pemberani. Untuk ke arah Danau Tanralili, kita harus trackking sepanjang 3 jam dari dusun paling akhir yakni Dusun Lengkese.

Sesudah masuk jalan kutub Malino, ada 2 opsi tikungan yakni belok kanan di muka pasar saat sebelum masuk teritori malino ke arah kecamatan Parigi, ini adalah lajur yang tercepat.

Namun pada saat itu kami pengin beli makan lebih dulu di Malino. Hingga kami belok kanan lewat arah Air Terjun Takapala atau Air Terjun Bertemu Jodoh. Sesudah melalui pintu masuk air terjun itu, lempeng lagi mengikut jalan. Untuk ke arah Dusun Lengkese banyak panduan jalan hingga benar-benar mempermudah kita.

Sesampai di Dusun Lengkese, sama seperti pada Dusun Lembana, dusun paling akhir untuk ke arah Pucuk Bawakaraeng. Di Dusun Lengkese ini juga terdapat banyak tempat parkirkan motor dengan biaya parkirkan motor Rp 5.000 dan ongkos register Rp 5.000.

Untuk ke arah Danau Tanralili, kami harus trackking sepanjang 3 jam perjalanan. Dari basecamp, perjalanan di awali dengan melewati jalan tanah dan akan melalui danau kecil dan kemudian akan melalui lajur berbatu dengan keadaan terbuka hingga bila jalan saat siang hari sangat panas menusuk.

Saat malam, bintang-bintang juga nampak dengan benar-benar terang, berbeda jauh bila di perkotaan.